Pemberian Makanan Tambahan untuk anak Stunting oleh Kader Posyandu

1793330067119.jpg
Gambar: Foto Kader posyandu memberikan makanan tambahan pada anak di Desa Lidung Payau ( Sophia Erjam ) Sumber: https://lidungpayau.desa.id/

Kamis, 18 September 2026 mulai diadakan kegiatan memberikan makanan tambahan untuk anak Stunting di Desa Lidung Payau oleh salah satu Kader Posyandu Lidung Payau yaitu Tini Yati kegiatan tersebut dilaksanakan mulai kamis 18 September 2026 setiap hari akan diberikan kepada anak yang Stunting hingga 18 November 2026 mendatang, makanan tambahan diberikan untuk 5 anak Stunting.

Masalah gizi Balita di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kemenkes Rilis Survei status Gizi Indonesia tahun 2024 Prevalensi Stunting Nasional Turun menjadi 19,8?ri tahun 2023 masih 21,5%. Masalah gizi disebabkan oleh berbagai faktor. Kekurangan asupan makanan bergizi dan atau seringnya terinfeksi penyakit menjadi salah satu penyebab langsung terjadinya masalah gizi. Pola asuh yang kurang tepat, kurangnya pengetahuan, sulitnya akses ke pelayanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh secara tidak langsung terhadap akses makanan bergizi dan layanan kesehatan. 

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada Balita dan upaya pencegahan Stunting. Kegiatan PMT lokal tersebut tidak hanya memberikan makanan tambahan saja tetapi disertai dengan edukasi agar dapat mempercepat proses perubahan perilaku ibu dan keluarga dalam pemberian makan yang tepat sesuai dengan umur, penyiapan makanan, pemilihan bahan makanan keamanan pangan. PMT berbahan pangan lokal ini bukan untuk menggantikan makanan utama. PMT diberikan setiap hari dengan komposisi sedikitnya 1 kali makanan lengkap dalam beberapa bulan. Makanan lengkap diberikan sebagai sarana edukasi implementasi isi piringku yang bergizi seimbang dengan mengutamakan 2 (dua) jenis sumber protein hewani.

Sasaran dari PMT berbahan pangan lokal ini adalah Balita Gizi Kurang, Balita Berat badan Kurang dan Balita dengan Berat Badan Tidak Naik, hal ini bertujuan agar Berat badan Balita kembali naik secara adekuat mengikuti kurva pertumbuhan, Berat Badan Kembali Normal dan menjadi Gizi Baik sehingga Kondisi Stunting pada Balita dapat dicegah. PMT berbahan pangan lokal ini dilakukan dirumah, dan melalui kunjungan rumah oleh kader. Kolaborasi Bersama antara berbagai pihak baik pemerintah, Masyarakat, Mitra potensial sebagai bagian dari Gerakan untuk Anak Sehat sangat diperlukan untuk Pelaksanaan PMT berbahan lokal ini menjadi luas. 

Bagikan post ini: