ALAT PENGUKUR MATAHARI ( UNGON TA U ) SEBELUM MENUGAL LADANG
Pada Zaman dahulu, nenek moyang ( poi cena,aq
) desa Lidung Payau Lepo Ta'u sebelum mengenal Hari, Tanggal, dan bulan mereka
mempersiapkan hari untuk nugal dengan melihat matahari. Petani dulu mengukur
panas matahari menggunakan alat pengukur yaitu bisa di sebut Tiang matahari ( UNGON
TA'U) Pada waktu jam 1 siang. Tiang ini digunakan untuk kebutuhan menentukan
tanggal yang tepat untuk kegiatan nugal atau menanam padi. Kegiatan ini bertepatan bulan: Agustus, september,
dan Oktober.
Mengapa
harus mengukur panas matahari sebelum menugal? karena kegiatan nugal apabila tidak melihat Ungon
Ta'u tersebut masyarakat dan para petani percaya padi yang dipanen akan rusak
dan petani yang membuat ladang dipercaya akan mengalami kelaparan. Apabila kita
menanam padi dengan cara asal-asalan tanpa melihat matahari dan tanpa
menggunakan tiang matahari akan mengakibatkan padi rusak, seperti di makan hama
tikus, burung dan hama lainnya.
Setelah melakukan pengukuran matahari esok
harinya masyarakat mulai melakukan nugal di ladang mereka masing-masing. Di desa
Lidung Payau kegiatan menugal ini dilakukan dengan cara berdampingan, petani
yang memiliki ladang di satu hamparan lahan yang sama akan bergotong-royong
bersama. Petani dulu sebelum atau sesudah nugal akan melakukan Mabau (Merumput),
namun saat ini masyarakat sudah menggunakan racun rumput (Herbisida) untuk
mengendalikan rumput, gulma, dan tumbuhan penggangu lainnya. Selain menghilangkan
rumput, hal ini juga dapat menghindari padi di makan oleh tikus atau hama
lainnya.
Petani membuka
ladang dengan cara Membakar ladang dan kemudian membersihkan ladangnya dari
rumput-rumputan (mekup) setelah itu petani mempersiapkan untuk menanam
padi atau nugal. setelah nugal ada lagi pekerjaan yang biasanya dilakukan untuk
melihat kondisi ladang (NAET AWANG UMA) apakah tanaman padi ada yang
mati atau di makan hama. kalau sebagian padinya mati atau di makan hama, kita wajib
untuk nugal ulang agar ladang kita tidak ada yang gundul biarpun nugalnya
lambat setidaknya itu untuk menggantikan padi yang mati atau di makan hama
tersebut.
Maka dari
itu, petani terkhusus di desa Lidung Payau harus melihat pengukuran matahari
atau bisa disebut Tiang matahari (UNGON TA'U) agar petani terhindar dari
segala kendala-kendala yang tidak diinginkan dan menghasilkan padi yang
berlimpah dan berisi. Melalui kepercayaan dengan Ungon Ta'u ini merupakan salah
satu cara kita untuk tetap pertahankan budaya dan tradisi kita sebagai masyarakat
adat Lepo Ta'u harus menjaga budaya kita sendiri agar tidak terhilang dimasa depan.