ALAT PENGUKUR MATAHARI ( UNGON TA U ) SEBELUM MENUGAL LADANG

1757752264875.jpeg





  Pada Zaman dahulu, nenek moyang ( poi cena,aq ) desa Lidung Payau Lepo Ta'u sebelum mengenal Hari, Tanggal, dan bulan mereka mempersiapkan hari untuk nugal dengan melihat matahari. Petani dulu mengukur panas matahari menggunakan alat pengukur yaitu bisa di sebut Tiang matahari ( UNGON TA'U) Pada waktu jam 1 siang. Tiang ini digunakan untuk kebutuhan menentukan tanggal yang tepat untuk kegiatan nugal atau menanam padi. Kegiatan ini bertepatan bulan: Agustus, september, dan Oktober. 

Mengapa harus mengukur panas matahari sebelum menugal?  karena kegiatan nugal apabila tidak melihat Ungon Ta'u tersebut masyarakat dan para petani percaya padi yang dipanen akan rusak dan petani yang membuat ladang dipercaya akan mengalami kelaparan. Apabila kita menanam padi dengan cara asal-asalan tanpa melihat matahari dan tanpa menggunakan tiang matahari akan mengakibatkan padi rusak, seperti di makan hama tikus, burung dan hama lainnya.

 Setelah melakukan pengukuran matahari esok harinya masyarakat mulai melakukan nugal di ladang mereka masing-masing. Di desa Lidung Payau kegiatan menugal ini dilakukan dengan cara berdampingan, petani yang memiliki ladang di satu hamparan lahan yang sama akan bergotong-royong bersama. Petani dulu sebelum atau sesudah nugal akan melakukan Mabau (Merumput), namun saat ini masyarakat sudah menggunakan racun rumput (Herbisida) untuk mengendalikan rumput, gulma, dan tumbuhan penggangu lainnya. Selain menghilangkan rumput, hal ini juga dapat menghindari padi di makan oleh tikus atau hama lainnya.

Petani membuka ladang dengan cara Membakar ladang dan kemudian membersihkan ladangnya dari rumput-rumputan (mekup) setelah itu petani mempersiapkan untuk menanam padi atau nugal. setelah nugal ada lagi pekerjaan yang biasanya dilakukan untuk melihat kondisi ladang (NAET AWANG UMA) apakah tanaman padi ada yang mati atau di makan hama. kalau sebagian padinya mati atau di makan hama, kita wajib untuk nugal ulang agar ladang kita tidak ada yang gundul biarpun nugalnya lambat setidaknya itu untuk menggantikan padi yang mati atau di makan hama tersebut.

Maka dari itu, petani terkhusus di desa Lidung Payau harus melihat pengukuran matahari atau bisa disebut Tiang matahari (UNGON TA'U) agar petani terhindar dari segala kendala-kendala yang tidak diinginkan dan menghasilkan padi yang berlimpah dan berisi. Melalui kepercayaan dengan Ungon Ta'u ini merupakan salah satu cara kita untuk tetap pertahankan budaya dan tradisi kita sebagai masyarakat adat Lepo Ta'u harus menjaga budaya kita sendiri agar tidak terhilang dimasa depan.

 

 

Bagikan post ini: