PERSIAPAN DESA DALAM MERAYAKAN IRAU KE-11 KABUPATEN MALINAU

1757229672399.jpeg

Irau merupakan sebuah pesta rakyat dan festival seni budaya dua tahunan yang di selengarakan di kabupaen Malinau, Kalimantan  utara bersamaan dengan perayaan Hari jadi Kabupaten Malinau.  Tujuan diadakan kegiatan Irau ini yaitu sebagai bentuk promosi budaya lokal, irau menjadi panggung utama untuk memperkenalkan tarian, musik tradisional, pakaian adat, dan kerajinan tangan dari berbagai suku. Tidak hanya itu saja, irau juga menjadi daya tarik untuk para wisatawan dari berbagai daerah yang berdampak pada pengembangan infrastruktur. Selain itu, Irau juga memberikan peluang bagi pedagang lokal untuk menjual hasil produk kerajinan tangan desa setempat. Peserta yang hadir dari berbagai kecamatan serta organisasi masyarakat mengikui kegiatan irau untuk memeriahkan acara, dan berbagai pertunjukan seni, seperti tarian dan musik tradisional ditampilkan secara luas dalam festival ini.

Rapat Kerja Panitia Irau  ke-11 di lakukan pada tanggal 26 Agustus 2025 di kantor camat Kayan Selatan di hadiri oleh kepala-Kepala Desa, Ketua karang Taruna, sekretaris desa dan Atlet-atlet perwakilan setiap desa di Kecamatan Kayan Selatan. Persiapan dilakukan mulai dari pembentukan ketua panitia dan pembentukan koordinator setiap cabang olahraga di kecamatan dan dilakukan seleksi untuk perwakilan setiap atlet Irau untuk cabang olaharaga. Sedangkan, untuk cabang kesenian dari setiap Desa diambil sebagian orang untuk perwakilan dan digabungkan dengan perwakilan-perwakilan dari Desa yang lainnya untuk membentuk satu tim penari. Begitupun dengan cabang olaharagnya, tidak hanya satu Desa saja yang mewakili tetapi diambil setiap perwakilan desa masing-masing yang ada di Kecamatan Kayan Selatan.Desa Lidung Payau adalah salah satu desa yang ikut memeriahkan Irau ke-11 Kabupaten Malinau. Walaupun tidak semua masyarakat terlibat di dalam kegiatan namun ada beberapa yang dipilih untuk mewakili Desa masing-masing. Atlet olahraga maupun kesenian masing-masing desa di latih di kecamatan oleh pelatih yang sudah professional di bidangnya. tidak hanya perlombaan tetapi ada juga produk-produk lokal yang menarik perhatian para peserta irau yang berupa produk Desa seperti kerajinan tangan, olahan makanan, hasil panen, dan sebagainya.


Desa Lidung Payau dengan produk lokal Unggulannya yaitu Gula Tebu. Gula tebu desa Lidung Payau diolah dari air tebu hasil kebun milik desa yang diproduksi dengan cara digiling dan dimasak hingga menjadi produk jadi. Gula tebu yang di hasilkan oleh Desa Lidung Payau mempunyai dua jenis produk gula yaitu gula tebu cair dan gula tebu beku dan memiliki kisaran harga kurang lebih Rp. 20.000-50.000. Proses produksi gula tebu beku di buat dengan cara memasak air gula hingga menyusut dan membentuk Kristal. Setelah itu, dimasukkan kedalam wadah cetakan dan ditambahkan kacang tanah yang sudah digoreng. Lalu ditunggu hingga kering dan siap untuk di sajikan. Gula tebu beku bisa langsung di nikmati. Sedangkan Produksi Gula tebu cair pembuatan nya tidak memerlukan waktu yang terlalu lama seperti pada pembuatan Gula Tebu Beku. Proses produksinya hanya dimasak hingga teksturnya mengental lalu diangkat dan teksturnya tidak akan membeku seperti Gula Tebu Beku. Gula Tebu Cair ini berbeda dari gula tebu beku, gula tebu cair ini menjadi dapat menjadi pelengkap makanan ataupun minuman. Gula tebu cair paling banyak digunakan sebagai bahan minuman tidak hanya manis, gula tebu ini memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. gula tebu cair ini memilikiperan yang sama seperti gula pasir yang biasanya dipasarkan, namun yang menjadi keunikan produk ini di produksi dalam bentuk cairan dan produksinya masih dengan cara yang sangat sederhana.

Manfaat gula tebu atau air tebu ini memiliki sumber energi karena mempunyai Gula yang alami, tanpa tambahan pengawet. tidak hanya itu, gula tebu juga mempunyai manfaat yang banyak untuk kesehatan tubuh, salah satunya melancarkan pencernaan dan mejaga kesehatan hati dan ginjal. Gula tebu yang sudah di olah akan di jual sebagai produk-produk lokal di kegaian Irau. tidak hanya gula tebu saja tetapi Desa Lidung payau juga memiliki kerajinan tangan yang tidak kalah menarik yaitu seperti anjat, saung, dan hasil panen. Semua produk dan kerajinan tangan ini akan di jual pada kegiatan irau di kabupaten malinauPada penutupan rapat kerja, Camat Kayan Selatan menyampaikan harapan kedepannya agar masyarakat lebih semangat dan kreatif lagi dalam mengolah atau memproduksi hasil Desa masing-masing, dan Camat juga mendukung masyarakat untuk berkarya sekreatif mugkin agar Produk-produk desa dapat di kenal baik oleh masyarakat Luar, agar produk-produk yang dijual dapat di beli oleh masyarakat atau wisatawan yang datang dalam irau kabupaten malinau.

Bagikan post ini: