Tradisi Nugal masih lestari di Desa Lidung Payau

1757752580275.jpg

Nugal merupakan salah satu tradisi menanam padi yang unik dan telah dilakukan secara turun-temurun oleh suku Dayak di Kampung Lidung Payau tepat nya di Kalimantan Utara. Tradisi ini dilaksanakan ketika pemilik lahan telah membuka ladangnya dan siap untuk ditanami padi di lahan kering. Pada zaman dahulu, nugal dilakukan secara bersama-sama oleh warga desa sebagai bentuk solidaritas. Kegiatan menugal melibatkan beberapa orang: ada yang bertugas menusukkan kayu tugal ke tanah, ada yang memasukkan benih ke lubang, dan ada pula yang menutup kembali lubang dengan tanah. Semua dilakukan beriringan dengan ritme yang teratur.

Tradisi Nugal masih dilestarikan oleh masyarakat hingga saat ini, terutama di Desa Lidung Payau. Masyarakat desa umumnya masih berpegang pada kalender musim atau tanda-tanda alam. Pada bulan Agustus hingga selesai, biasanya masyarakat mulai bersiap mengolah ladang karena memasuki musim tanam. Saat inilah kegiatan nugal dilakukan bersama-sama atau senguyun, diawali dengan doa agar hasil panen kelak melimpah. Senguyun adalah istilah untuk kerja sama atau gotong royong tanpa pamrih dalam masyarakat desa. Dalam kegiatan menugal, senguyun menjadi kunci utama karena luasnya lahan dan pekerjaan berat akan terasa ringan jika dilakukan bersama-sama. Dengan senguyun, pekerjaan cepat selesai, dan semua orang merasa terbantu.

Tujuan senguyun dalam nugal : Untuk mempererat persaudaraan, menjaga tradisi kebersamaan, serta meringankan beban pekerjaan. Makna senguyun dalam nugal: Mengajarkan bahwa hidup harus saling tolong-menolong. Nilai spiritual: Menugal bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi juga doa agar tanah memberi hasil terbaik. Nilai sosial: Tradisi ini memperkuat ikatan antarwarga, sehingga desa terasa lebih harmonis. Nilai budaya: Nugal adalah warisan leluhur yang perlu dijaga agar generasi muda tidak melupakannya.

Tradisi menugal adalah cermin dari kehidupan desa yang penuh kebersamaan. Di tengah modernisasi, nugal mengingatkan kita akan pentingnya gotong royong, kesederhanaan, dan hubungan harmonis dengan alam. Semoga tradisi ini tetap lestari, menjadi inspirasi, untuk masa depan yang lebih baik.

Bagikan post ini: